Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pemkot Kotamobagu Gelar Rapat Koordinasi Camat, Sangadi, dan Lurah

Diposting pada 03 Agustus 2026 Dilihat 24 kali
Kembali
Kotamobagu – Menindaklanjuti arahan Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, Sp.M., dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy V. Mangkat, S.H., M.H., Pemerintah Kota Kotamobagu menggelar rapat koordinasi bersama seluruh camat, sangadi, dan lurah se-Kota Kotamobagu, babinsa, kasat pol PP, kadis DLH, badan PMD, Kabag Hukum, yang dirangkaikan dengan evaluasi pelaksanaan program pemerintah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, Senin (3/8/2026).
 
Rapat dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., sebagai tindak lanjut rapat koordinasi sebelumnya sekaligus memastikan seluruh kebijakan dan program prioritas Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Wenny Gaib, Sp.M. dan Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat, S.H., M.H., terlaksana secara optimal hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
 
Dalam arahannya, Asisten I menegaskan bahwa terdapat empat agenda utama yang menjadi perhatian seluruh camat, sangadi, dan lurah, yakni penguatan administrasi pemerintahan dan evaluasi pengelolaan keuangan, peningkatan keamanan dan kebersihan lingkungan, percepatan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, serta penguatan pelestarian nilai-nilai budaya daerah melalui penggunaan Bahasa Mongondow dan pelaksanaan Tari Dana-Dana.
 
Pada aspek administrasi pemerintahan, seluruh pemerintah desa dan kelurahan diminta terus meningkatkan tertib administrasi serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan agar setiap program dan penggunaan anggaran dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Rapat juga mengevaluasi kondisi keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan. Camat, sangadi, dan lurah diminta terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait serta menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, bersih, dan nyaman sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
 
Menghadapi peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan diminta segera melakukan berbagai persiapan, mulai dari pemasangan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul, pelaksanaan kerja bakti kebersihan lingkungan, hingga menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI sesuai arahan Pemerintah Kota Kotamobagu.
 
Selain itu, Asisten I kembali mengingatkan pentingnya penguatan nilai-nilai budaya daerah sebagai identitas masyarakat Bolaang Mongondow. Seluruh camat, sangadi, dan lurah diminta mengawal implementasi kebijakan Pemerintah Kota mengenai pelestarian budaya melalui penggunaan Bahasa Mongondow dalam berbagai kegiatan serta pelaksanaan Tari Dana-Dana pada acara pemerintahan maupun kegiatan kemasyarakatan sesuai Surat Edaran Wali Kota.
 
Asisten I menyampaikan bahwa seluruh perangkat pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan harus menjadi ujung tombak dalam mengimplementasikan visi dan kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sehingga seluruh program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
 
Sebagai penutup rapat, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., mengajak seluruh camat, sangadi, lurah, serta peserta rapat untuk berdiri bersama dan menyanyikan lagu "Padamu Negeri". Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan sebagai bentuk penguatan rasa cinta tanah air, pengabdian kepada bangsa dan negara, serta komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menyukseskan seluruh program Pemerintah Kota Kotamobagu.
 
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah kota, kecamatan, desa, dan kelurahan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang berkualitas, lingkungan yang aman dan bersih, serta pelestarian budaya lokal sebagai identitas masyarakat Bolaang Mongondow.