Bahasa Mongondow Warnai Apel Pagi Pemkot Kotamobagu, ASN Antusias Menyimak

Diposting pada 24 Juli 2026 Dilihat 21 kali
Kembali

KOTAMOBAGU – Suasana apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Kamis (23/7/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Apel yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, menghadirkan nuansa istimewa melalui penyampaian amanat yang sepenuhnya menggunakan Bahasa Mongondow.
Penggunaan bahasa daerah tersebut sempat membuat para peserta apel terkejut. Namun, suasana dengan cepat berubah menjadi penuh antusias. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) tampak menyimak dengan saksama setiap pesan yang disampaikan dalam bahasa yang menjadi identitas masyarakat Bolaang Mongondow itu.

Mengawali amanatnya, Sahaya S. Mokoginta mengajak seluruh peserta apel untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan, kesempatan, dan kekuatan sehingga dapat kembali melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa bulan Agustus merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia karena menjadi momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, bulan tersebut juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Bolaang Mongondow sebagai momentum untuk semakin mencintai dan menjaga identitas budaya daerah.
Dalam amanatnya, Sahaya juga menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam memperjuangkan pengakuan budaya daerah di tingkat nasional. Ia mengungkapkan bahwa melalui upaya Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy V. Mangkat, S.H., M.H., Tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow kini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bolaang Mongondow sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk membiasakan penggunaan Bahasa Mongondow dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
"Mulai hari ini mari kita biasakan menggunakan Bahasa Mongondow, baik di lingkungan kantor, sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan begitu, bahasa daerah kita akan tetap hidup dan terus diwariskan kepada anak cucu," pesannya.

Menjelang akhir amanatnya, Sahaya memberikan apresiasi kepada seluruh ASN yang hadir mengikuti apel pagi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin, kejujuran, serta tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Secara keseluruhan, amanat yang disampaikan menekankan pentingnya rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kebanggaan atas pengakuan Tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia, serta komitmen seluruh ASN untuk menjadi teladan dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah.

Momen unik kembali terjadi saat apel berakhir. Komandan Apel menyampaikan laporan penutupan dengan ucapan, "Apel aidon nopalut." Laporan tersebut dijawab oleh pimpinan apel dengan ucapan, "Pobuidon." Jawaban itu langsung disambut senyum dan tawa para peserta apel karena menjadi penutup yang sederhana namun sarat makna.

Pelaksanaan apel pagi menggunakan Bahasa Mongondow menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia. Diharapkan semangat tersebut terus tumbuh sehingga Bahasa Mongondow tetap lestari, digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.